Selasa, 27 Oktober 2015

LAPORAN HASIL PENGENALAN LINGKUNGAN KERJA (PLK) DI YOGYAKARTA


LAPORAN HASIL
PENGENALAN LINGKUNGAN KERJA (PLK)
DI YOGYAKARTA




SMK PASUNDAN 1 BANJARAN (S.M.E.A)
Jl. Stasiun Timur No. 66 Banjaran

Disusun oleh :
- Sitty Nur Rohmah -

Program Keahlian Pemasaran
(Marketing)








HALAMAN  PENGESAHAN

Laporan Hasil Pengenalan Lingkungan Kerja (PLK) Di YOGYAKARTA
Pada Tanggal 03-06 Oktober 2015.

Di Susun Oleh  :
- Sitty Nur Rohmah -

Bidang Program Keahlian Pemasaran
(MARKETING)

Banjaran - Bandung, Oktober 2015
Di Setujui Oleh :

   Wali kelas                                                                                                 Ketua Program Keahlian
                                                                       
           
                                                                                                           
(Dra.Ida Afrida)                                                                                               (Dra.Hj Halimah)


Kepala Sekolah



(Drs. H. Ade Sudrajat, M.Si)






KATA  PENGANTAR

           Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Observasi Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PLK) pada semester 1 awal oktober 2015 dari tanggal 3-6. Laporan ini ditulis sebagai informasi bagi siswa-siswi, guru pembimbing, dan semua pihak yang berkaitan dengan program PLK dan tentang kondisi  tempat siswa-siwi melaksanakan PLK di Yogyakarta.
 Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kebaikan penulis ke depannya. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan kepada pembaca pada umumnya.




     Banjaran - Bandung, 31 Oktober 2015
                                                                     




  Sitty Nur Rohmah








DAFTAR ISI
BAB I.        PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Pengenalan Lingkung Kerja (PLK)
B.     Tujuan dan Kegunaan Pengenalan Lingkungan Kerja (PLK)
C.     Tempat/Instansi Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Kerja (PLK)
BAB II       GAMBARAN UMUM (intansi/perusahaan yang di kunjungi)
A.    Selayang Pandang / Sejarah Singkat
B.     Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas
C.     Jumlah Pegawai dan Peraturan Kerja
BAB III.    URIAN MATERI
A.     Pengertian Pajak
1.      Jenis-jenis Pajak
2.      Kewajiban Wajib pajak 
3.      Besar Penghasilan PTKP
4.      Tarif Pajak
B.     Narti silver
1.   proses pembuatan kerajinan perak
2.   jenis jenis hasil produksi
3.   pemasaran hasil produksi
4.   kelemahan dan kekurangan
BAB IV.    PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PERPUSTAKAAN
LAMPIRAN
























BAB I  
PENDAHULUAN


A.    Latar Belkang Pengenalan Lingkungan Kerja (PLK)

Pengenalan lingkungan kerja (PLK) adalah suatu bentuk penyelenggaraan dari   sekolah yang memadukan secara sistematik dan singkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang di peroleh melalui kegiatan observasi ke yogyakarta ke perusahaan-perusahaan ataupun ke kantor-kantor pemerintahan ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan di kuasai kapan dan di mana saja kita berada,sedangkan kiat tidak dapat di ajarkan tetapi dapat di kuasai .
           
B.     Tujuan dan kegunaan pengenalan lingkungan kerja (PLK)

1.      Di harapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang berharga dan  memperoleh masukan serta umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan dan kenyataan yang ada di lapangan.
2.      Meningkatkan pengetahuan siswa terhadap aspek-aspek usaha yang           propesional
3.      dalam lapangan kerja.
4.      Mengimplotasikan antara pendidikan di sekolah dan di luar sekolah.
5.      Untuk memperkenalkan siswa di dunia usaha
6.      Menumbuhkan dan meningkatkan sikap propesional yang di perlukan oleh siswa        untuk memasuki dunia usaha
           
C.    Tempat/intansi pelaksanaan pengenalan lingkungan kerja (PLK)
           
1.      Kantor wilayah dirjen panjak yogyakarta
2.      Narti’s silver






BAB II     
GAMBARAN UMUM
(intansi/perusahaan yang di kunjungi)


A.   Selayang Pandang / Sejarah Singkat
                                                                                                        
1.      Sejarah Kantor Wilayah Dirjen Pajak DIY
        Kantor pajak di Indonesia ada sejak zaman colonial Belanda yang saat itu bernama Inspektien yan financien yang bertahan sampai dengan penjajahan Jepang.Setelah dikuasai oleh jepang ,kantor pajak diubah namanya menjadi kantor penetapan pajak (KPP)sampai dengan kemerdekaan Indonesia. Mulai saat itu kantor penetapan diganti namanya dengan Kantor Inspeksi Keuangan dan kemudian diganti dengan Kantor Inspeksi Pajak tahun 1960.
        Kantor pajak di Yogyakarta ada seiring dengan di dirikannya kantor Inspeksi Keuangan  Yogyakarta yang kemudian diubah menjadi kantor Inspeksi Pajak Yogyakarta , hal ini berlangsung sampai1986. Namun dari tahun ke tahun wajib pajk di Indonesia semakin bertambah maka diadakan perubahan nama ,termasuk KIPY diganti dengan Kantor Pelayanan Pajak Yogyakarta sesuai dengan organisasi dan tata kerja Dirjen Pajak , sejak tanggal 1 April 1986.

Kanwil DJP Daerah Istimewa Yogyakarta
      Modernisasi DJP di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di mulai pada tanggal 6 November 2007 dengan diresmikannya gedung sekaligus pembentukan Kanwil DJP Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kanwil DJP Jawa Tengah II oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Pada saat yang sama dibentuk 5 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di lingkungan kantor wilayah DJP daerah istimewa yogyakarta, yaitu:
1.      KPP Pratama Yogyakarta
  1. KPP Pratama Sleman
  2. KPP Pratama Bantul
  3. KPP Pratama Wonosari
  4. KPP Pratama Wates
2.      Sejarah Narti Silver
           Berdiri pada tahun 1975 dengan pengelola Ibu Hj. Sunarti dengan alasan :
-          Kota gede merupakan cikal bakal kerajaan mataram yang mana merupakkan tempat tujuan wisata asing
-          Di sekitar perusahaan banyak pengarajin perak
-          Sebagai upaya peningkatan taraf hidup  keluarga dan masyaraka
B.     Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas

1.       Kanwil Dirjen Pajak DIY


Jumlah pegawai yang tersebar di Indonesia sebanyak 304000

2.      Perusahaan Perak Narti Silver

Pegawai membuat berbagai macam bentuk dan motif yang berbeda beda pegawai terdiri dari keluarga Narti silver dan sebagian ada pegawai dari luar kota . begitupu hasil produknya tidak hanya dari perusahaan tetapi juga menerima pasokan dari masyarakat sekitar.




BAB III
URAIAN MATERI


A.    PAJAK

a.      Pengertian Pajak
      Menurut Prof.Dr.P.J.A.Andriani, Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan,dengan tidak mendapatkan prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.

a.      Jenis Jenis Pajak
1.      Pajak pusat
    Pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara.
Pajak yang dipungut oleh Drirektorat Jendral Pajak :
1.      Pajak penghasilan (PPH)
2.      Pajak pertambahan nilai (Penyerahan Lokal)
3.      Pajak penjualan atas barang mewah (PPn BM)
4.      Pajak bumi dan bangunan (PBB)
5.      Bea Materai
2.      Pajak Daerah
    Pajak yang dipungut atau dikelola oleh pemerintahan daerah (provinsi,kabupaten/kota) dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah.
Pajak tingkat provinsi:
1.      Pajak kendaraan bermotor
2.      Bea balik nama kendaraan
3.      Bea balik nama tanah
4.      Pajak izin penangkapan ikan di wilayah
Pajak tingkat kabupaten/kota :
1.      Pajak atas pertunjukan dan keramaian umum
2.      Pajak reklame
3.      Pajak hotel
4.      Pajak restoran
5.      Pajak penerangan jalan








b.      Pembagian Jenis Pajak
1.      Menurut golongannya
a.       Pajak langsung
b.      Pajak tidak langsung
2.      Menurut sifatnya
a.       Pajak subyektif (perorangan)
b.      Pajak obyektif (kebendaan)
3.      Menurut lembaga yang memungutnya
a.       Pajak pusat
-          dipungut oleh Dirjen pajak (mis.PPh,PPn,PPnBM,PBBBea materai,Bea Lelang)
-          dipungut oleh Dirjen Bea dan Cukai(Bea Masuk , Pajak Pertambahan Nilai (impor))
-          dipungut oleh Dirjen Moneter (Pajak atas Minyak Bumi)
b.      Pajak Daerah
-          Pajak Tingka Provinsi ( Pajak kendaraan bermotor,Bea Balik Nama Kendaraan,Bea Balik Tanah,Izin menangkap ikan diwilayahnya)
-          Pajak tingkat kab/kota ( Reklame,Pertunjukan Keramaian Umum,Hotel,Penerangan Jalan,Restoran)
-          Retribusi Kab/kota ( Bea jalan,IMB,Bea Pangkalan, dll)

c.       Ciri-Ciri yang Melekat Pada Pengertian Pajak          
1.      Iuran pajak kepada Negara
Pajak dipungut oleh Negara (baik pemerintah pusat ataupun daerah) iuran berupa uang (bukan uang).
2.      Berdasarkan undang – undang
Pajak dipungut berdasarkan undang-undang beserrta peraturan lainnya.
3.      Tanpa jasa timbale balik atau kontra prestasi dari Negara yang secara langsung dapat ditunjuk.
4.      Digunakan untuk membiayai rumah tangga Negara yakni pengeluaran umum pemerintahan .

d.      Fungsi Pajak
1.      Sumber keuangan Negara (Budgetair) : pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran baik pengeluaran rutin atau bangunan .
2.      Mengatur (Regulerend) : pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintahdalam bidang social dan ekonomi.
           
e.       Asas Pemungutan Pajak
a.       Asas Domisili (asas tempat tinggal) : yaitu asas yang menganut cara pemungutan pajak tergantung pada tempat tinggal, maka Negara itulah yang berhak mengenakan pajakatas segala penghasilan yang diperoleh dinegara manapun.
b.      Asas sumber yaitu asas yang menganut cara pemungutan pajak yang tergantung pada adanya sumber penghasilan disuatu Negara .

f.       System pemungutan Pajak
a.       Official Assessment System
b.      Self Assesment System
c.       With Holding System

g.      Syarat subyektif
a.       Warga Negara Indonesia
b.      Warisan yang belum terbagi
c.       WNA yang berada di Indonesia lebih dari183 hari dalam kurun waktu 1 tahun

h.      Kewajiban Wajib Pajak (3M)
a.       Menghitung
b.      Membayar (ke Bank Persepsi)
c.       Melapor (ke kantor pelayanan Pajak)

i.        PPh Pasal
1.      PPh pasal 21/26
                        Pajak penghasilan yang sehubungan dengan pekerjaan,jasa,kegiatan.
                       
1.      PPh pasal 22
Sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang seperti inpor barang
2.      PPh pasal 4 ayat (2)
PPh pasal 4 ayat (2) ini bersifat final 

j.        Besar Penghasilan PTKP
                Besarnya penghasilan PTKP untuk tahun pajak 2013 sebagai berikut :
1.      Rp.24.300.000 untuk diri wajib pajak orang pribadi
2.      RP. 2.025.000 tambahan untuk wajib pajak yang kawin
3.      Rp. 2.025.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah seperti anak maksimal 3 orang
Besarnya PTKP untuk awal juli 2015
1.      Rp. 36.000.000 untuk diri wajib pajak orang pribadi
2.      Rp. 3.000.000 tambahan untuk wajib pajak yang kawin
3.      Rp. 3.000.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah seperti anak maksimal 3 orang

k.      Tarif Pajak
            Tarif pajak yang diterapkan atas penghasilan kena pajak bagi :
a.       Wajib pajak orang pribadi dalam negri adalah sebagai berikut :

Laporan Penghasilan Kerja Pajak
Tarif Pajak
Sampai dengan Rp. 50.000.000,-
5%
Di atas Rp. 50.000.000,-sampai dengan Rp.250.000.000,-
15%
Di atas Rp.250.000.000,-sampai dengan Rp500.000.000,-
25%
Di atas Rp.50.000.000,-
30%

b.      Wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah sebesar 28% (dua puluh delapan persen)






















B.   NARTIL SILVER

a.      Proses Pembuatan Kerajinan Perak
1.      Peleburan,proses percampuran antara perak dan tembaga
2.      Palon, proses pengerjaan bentuk dasar dari pada perhiasan perak
3.      Undel,bagian yang mengubah bentuk dasar menjadi barang jadi
4.      Tatah, proses yang memberi ukiran ataupun menghiasi perak
5.      Setel, proses perangkain antar bagian dari pada perhiasan perak
6.      Mbabar, proses pembakaran upaya pematangan dari pada perhiasan perak
7.      Sangling, ialah proses penghilapan dari pada perhiasan perak

b.      Jenis Jenis Hasil Produksi
      1. Perhiasan pria, misalnya cincin,galang,ikat pinggang,jepitan dasi
      2. Perhiasan wanita, misalnya anting,giwang,kalung,dll
      3. perhiasan rumah tangga,misalnya gelas,piring,sendok,dan macam-macam    hiasan dinding

c.       Pemasaran Hasil Produksi
                   Pemasaran hasil produksi meliputi:
1.      Pemasaran dalam negeri,meliputi Yogyakarta,jakatra,bandung,Surabaya,ujung kandang,medan,dan bali
2.      Ekspor,meliputi,malysia,jepang,simgapura,philipina,inggris,prancis,itali,jerman,irak,iran,turkik,amerika serikat,dan mexico.

d.      Kelebihan & Kekurangan

-          Kelebihan : aman di pakai
-          Kelemahan : keamanan, waktu.















BAB IV
PENUTUP


A.    Kesimpulan
          Kegiatan pengenalan lingkungan kerja (PLK) ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi siswa dan siswi, dan dapat mengenal lebih jauh bagaimana cara bekerja dilapangan sesuai keahlian masing-masing siswa. Sehingga siswa dapat melihat gambaran mengenai kagiatan bidang usaha dimasa yang akan datang, serta siswa-siswi mengetahui standar kompetensi yang akan dijadikan peluang kerja dan kesempatan kerja. Dalam dunia usaha dibutuhkan kedisiplinan yang cukup baik, instansi-instansi biasanya memerlukan karyawan yang disiplin, terampil, rajin dan cerdas.

B.     Saran
        Semoga para siswa dan siswi mendapatkan banyak pelajaran dan memiliki motivasi untuk tujuan dimasa depannya dan para guru pembimbing dapat memberikan arahan juga perhatian untuk para siswa dan siswi.