LAPORAN HASIL
PENGENALAN LINGKUNGAN KERJA (PLK)
DI YOGYAKARTA
SMK PASUNDAN 1 BANJARAN (S.M.E.A)
Jl. Stasiun Timur No. 66 Banjaran
Disusun
oleh :
- Sitty Nur Rohmah -
Program Keahlian Pemasaran
(Marketing)
HALAMAN
PENGESAHAN
Laporan Hasil Pengenalan Lingkungan
Kerja (PLK) Di YOGYAKARTA
Pada
Tanggal 03-06 Oktober 2015.
Di Susun Oleh :
- Sitty Nur Rohmah -
Bidang Program Keahlian Pemasaran
(MARKETING)
Banjaran - Bandung,
Oktober 2015
Di Setujui Oleh :
Wali
kelas Ketua
Program Keahlian
(Dra.Ida
Afrida) (Dra.Hj Halimah)
Kepala
Sekolah
(Drs. H. Ade Sudrajat, M.Si)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Laporan Observasi Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PLK) pada
semester 1 awal oktober 2015 dari tanggal 3-6. Laporan ini ditulis sebagai informasi bagi
siswa-siswi, guru pembimbing, dan semua pihak yang berkaitan dengan program PLK
dan tentang kondisi tempat siswa-siwi melaksanakan
PLK di Yogyakarta.
Penulis menyadari bahwa laporan ini
masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat penulis harapkan demi kebaikan penulis ke depannya. Semoga laporan
ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan
kepada pembaca pada umumnya.
Banjaran -
Bandung, 31 Oktober 2015
Sitty Nur Rohmah
DAFTAR ISI
BAB I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengenalan Lingkung Kerja (PLK)
B. Tujuan dan Kegunaan
Pengenalan Lingkungan Kerja (PLK)
C. Tempat/Instansi
Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Kerja (PLK)
BAB II
GAMBARAN UMUM (intansi/perusahaan yang di kunjungi)
A. Selayang Pandang /
Sejarah Singkat
B. Struktur Organisasi
dan Pembagian Tugas
C. Jumlah Pegawai dan
Peraturan Kerja
BAB III. URIAN MATERI
A. Pengertian Pajak
1. Jenis-jenis Pajak
2. Kewajiban Wajib
pajak
3. Besar Penghasilan PTKP
4. Tarif Pajak
B. Narti silver
1. proses pembuatan kerajinan perak
2. jenis jenis hasil produksi
3. pemasaran hasil produksi
4. kelemahan dan kekurangan
BAB IV.
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PERPUSTAKAAN
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belkang Pengenalan
Lingkungan Kerja (PLK)
Pengenalan lingkungan kerja (PLK) adalah
suatu bentuk penyelenggaraan dari
sekolah yang memadukan secara sistematik dan singkron antara program
pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang di peroleh melalui kegiatan
observasi ke yogyakarta ke perusahaan-perusahaan ataupun ke kantor-kantor
pemerintahan ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan di kuasai kapan
dan di mana saja kita berada,sedangkan kiat tidak dapat di ajarkan tetapi dapat
di kuasai .
B.
Tujuan dan kegunaan pengenalan lingkungan
kerja (PLK)
1. Di
harapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang berharga dan memperoleh masukan serta umpan balik guna
memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan dan kenyataan yang ada di
lapangan.
2. Meningkatkan
pengetahuan siswa terhadap aspek-aspek usaha yang propesional
3. dalam
lapangan kerja.
4. Mengimplotasikan
antara pendidikan di sekolah dan di luar sekolah.
5. Untuk
memperkenalkan siswa di dunia usaha
6. Menumbuhkan
dan meningkatkan sikap propesional yang di perlukan oleh siswa untuk memasuki dunia usaha
C.
Tempat/intansi
pelaksanaan pengenalan lingkungan kerja (PLK)
1. Kantor
wilayah dirjen panjak yogyakarta
2. Narti’s
silver
BAB II
GAMBARAN UMUM
(intansi/perusahaan yang di kunjungi)
A.
Selayang Pandang /
Sejarah Singkat
1. Sejarah Kantor Wilayah Dirjen Pajak
DIY
Kantor
pajak di Indonesia ada sejak zaman colonial Belanda yang saat itu bernama Inspektien yan financien yang bertahan
sampai dengan penjajahan Jepang.Setelah dikuasai oleh jepang ,kantor pajak
diubah namanya menjadi kantor penetapan pajak (KPP)sampai dengan kemerdekaan
Indonesia. Mulai saat itu kantor penetapan diganti namanya dengan Kantor
Inspeksi Keuangan dan kemudian diganti dengan Kantor Inspeksi Pajak tahun 1960.
Kantor
pajak di Yogyakarta ada seiring dengan di dirikannya kantor Inspeksi
Keuangan Yogyakarta yang kemudian diubah
menjadi kantor Inspeksi Pajak Yogyakarta , hal ini berlangsung sampai1986.
Namun dari tahun ke tahun wajib pajk di Indonesia semakin bertambah maka
diadakan perubahan nama ,termasuk KIPY diganti dengan Kantor Pelayanan Pajak
Yogyakarta sesuai dengan organisasi dan tata kerja Dirjen Pajak , sejak tanggal
1 April 1986.
Kanwil DJP Daerah Istimewa Yogyakarta
Modernisasi DJP di wilayah Daerah
Istimewa Yogyakarta di mulai pada tanggal 6 November 2007 dengan diresmikannya
gedung sekaligus pembentukan Kanwil DJP Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kanwil
DJP Jawa Tengah II oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Pada saat yang sama dibentuk 5 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di lingkungan kantor wilayah DJP daerah istimewa yogyakarta, yaitu:
1. KPP Pratama
Yogyakarta
- KPP Pratama Sleman
- KPP Pratama Bantul
- KPP Pratama Wonosari
- KPP Pratama Wates
2.
Sejarah
Narti Silver
Berdiri
pada tahun 1975 dengan pengelola Ibu Hj. Sunarti dengan alasan :
-
Kota gede merupakan cikal
bakal kerajaan mataram yang mana merupakkan tempat tujuan wisata asing
-
Di sekitar perusahaan
banyak pengarajin perak
-
Sebagai upaya peningkatan
taraf hidup keluarga dan masyaraka
B.
Struktur
Organisasi dan Pembagian Tugas
1.
Kanwil Dirjen Pajak DIY
Jumlah
pegawai yang tersebar di Indonesia sebanyak 304000
2.
Perusahaan
Perak Narti Silver
Pegawai membuat berbagai
macam bentuk dan motif yang berbeda beda pegawai terdiri dari keluarga Narti
silver dan sebagian ada pegawai dari luar kota . begitupu hasil produknya tidak
hanya dari perusahaan tetapi juga menerima pasokan dari masyarakat sekitar.
BAB III
URAIAN MATERI
A.
PAJAK
a.
Pengertian Pajak
Menurut Prof.Dr.P.J.A.Andriani,
Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh
yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan,dengan tidak mendapatkan
prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang digunakan untuk
membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk
menyelenggarakan pemerintahan.
a.
Jenis Jenis Pajak
1.
Pajak pusat
Pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai
rumah tangga negara.
Pajak yang dipungut oleh Drirektorat Jendral
Pajak :
1. Pajak penghasilan
(PPH)
2. Pajak pertambahan
nilai (Penyerahan Lokal)
3. Pajak penjualan atas
barang mewah (PPn BM)
4. Pajak bumi dan
bangunan (PBB)
5. Bea Materai
2.
Pajak Daerah
Pajak yang dipungut atau dikelola oleh pemerintahan daerah (provinsi,kabupaten/kota)
dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah.
Pajak tingkat provinsi:
1. Pajak kendaraan
bermotor
2. Bea balik nama
kendaraan
3. Bea balik nama tanah
4. Pajak izin penangkapan
ikan di wilayah
Pajak
tingkat kabupaten/kota :
1. Pajak atas pertunjukan
dan keramaian umum
2. Pajak reklame
3. Pajak hotel
4. Pajak restoran
5. Pajak penerangan jalan
b.
Pembagian
Jenis Pajak
1.
Menurut golongannya
a. Pajak
langsung
b. Pajak
tidak langsung
2.
Menurut sifatnya
a. Pajak
subyektif (perorangan)
b. Pajak
obyektif (kebendaan)
3.
Menurut lembaga yang memungutnya
a. Pajak
pusat
-
dipungut oleh Dirjen pajak
(mis.PPh,PPn,PPnBM,PBBBea materai,Bea Lelang)
-
dipungut oleh Dirjen Bea dan Cukai(Bea
Masuk , Pajak Pertambahan Nilai (impor))
-
dipungut oleh Dirjen Moneter (Pajak atas
Minyak Bumi)
b. Pajak
Daerah
-
Pajak Tingka Provinsi ( Pajak kendaraan
bermotor,Bea Balik Nama Kendaraan,Bea Balik Tanah,Izin menangkap ikan diwilayahnya)
-
Pajak tingkat kab/kota (
Reklame,Pertunjukan Keramaian Umum,Hotel,Penerangan Jalan,Restoran)
-
Retribusi Kab/kota ( Bea jalan,IMB,Bea
Pangkalan, dll)
c.
Ciri-Ciri
yang Melekat Pada Pengertian Pajak
1. Iuran
pajak kepada Negara
Pajak
dipungut oleh Negara (baik pemerintah pusat ataupun daerah) iuran berupa uang (bukan uang).
2. Berdasarkan
undang – undang
Pajak
dipungut berdasarkan undang-undang beserrta peraturan lainnya.
3. Tanpa
jasa timbale balik atau kontra prestasi dari Negara yang secara langsung dapat
ditunjuk.
4. Digunakan
untuk membiayai rumah tangga Negara yakni pengeluaran umum pemerintahan .
d.
Fungsi
Pajak
1.
Sumber keuangan Negara (Budgetair) : pajak
sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran
baik pengeluaran rutin atau bangunan .
2.
Mengatur (Regulerend) : pajak sebagai alat
untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintahdalam bidang social dan
ekonomi.
e.
Asas
Pemungutan Pajak
a. Asas
Domisili (asas tempat tinggal) : yaitu asas yang menganut cara pemungutan pajak
tergantung pada tempat tinggal, maka Negara itulah yang berhak mengenakan
pajakatas segala penghasilan yang diperoleh dinegara manapun.
b. Asas
sumber yaitu asas yang menganut cara pemungutan pajak yang tergantung pada
adanya sumber penghasilan disuatu Negara .
f.
System
pemungutan Pajak
a. Official
Assessment System
b. Self
Assesment System
c. With
Holding System
g.
Syarat
subyektif
a. Warga
Negara Indonesia
b. Warisan
yang belum terbagi
c. WNA
yang berada di Indonesia lebih dari183 hari dalam kurun waktu 1 tahun
h.
Kewajiban
Wajib Pajak (3M)
a. Menghitung
b. Membayar
(ke Bank Persepsi)
c. Melapor
(ke kantor pelayanan Pajak)
i.
PPh
Pasal
1. PPh
pasal 21/26
Pajak penghasilan yang
sehubungan dengan pekerjaan,jasa,kegiatan.
1. PPh
pasal 22
Sehubungan
dengan pembayaran atas penyerahan barang seperti inpor barang
2. PPh
pasal 4 ayat (2)
PPh
pasal 4 ayat (2) ini bersifat final
j.
Besar Penghasilan PTKP
Besarnya penghasilan PTKP untuk tahun pajak 2013 sebagai berikut :
1. Rp.24.300.000 untuk
diri wajib pajak orang pribadi
2. RP. 2.025.000 tambahan
untuk wajib pajak yang kawin
3. Rp. 2.025.000 tambahan
untuk setiap anggota keluarga sedarah seperti anak maksimal 3 orang
Besarnya PTKP untuk awal juli 2015
1. Rp. 36.000.000 untuk
diri wajib pajak orang pribadi
2. Rp. 3.000.000 tambahan
untuk wajib pajak yang kawin
3. Rp. 3.000.000 tambahan
untuk setiap anggota keluarga sedarah seperti anak maksimal 3 orang
k.
Tarif Pajak
Tarif pajak yang diterapkan atas penghasilan kena pajak bagi :
a. Wajib pajak orang
pribadi dalam negri adalah sebagai berikut :
Laporan Penghasilan
Kerja Pajak
|
Tarif Pajak
|
Sampai dengan Rp.
50.000.000,-
|
5%
|
Di atas Rp.
50.000.000,-sampai dengan Rp.250.000.000,-
|
15%
|
Di atas
Rp.250.000.000,-sampai dengan Rp500.000.000,-
|
25%
|
Di atas
Rp.50.000.000,-
|
30%
|
b. Wajib pajak badan
dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah sebesar 28% (dua puluh delapan
persen)
B.
NARTIL SILVER
a.
Proses Pembuatan Kerajinan
Perak
1. Peleburan,proses
percampuran antara perak dan tembaga
2. Palon, proses
pengerjaan bentuk dasar dari pada perhiasan perak
3. Undel,bagian yang
mengubah bentuk dasar menjadi barang jadi
4. Tatah, proses yang
memberi ukiran ataupun menghiasi perak
5. Setel, proses
perangkain antar bagian dari pada perhiasan perak
6. Mbabar, proses
pembakaran upaya pematangan dari pada perhiasan perak
7. Sangling, ialah proses
penghilapan dari pada perhiasan perak
b.
Jenis Jenis Hasil Produksi
1.
Perhiasan pria, misalnya cincin,galang,ikat pinggang,jepitan dasi
2.
Perhiasan wanita, misalnya anting,giwang,kalung,dll
3.
perhiasan rumah tangga,misalnya gelas,piring,sendok,dan macam-macam hiasan dinding
c.
Pemasaran Hasil Produksi
Pemasaran hasil produksi
meliputi:
1. Pemasaran dalam negeri,meliputi
Yogyakarta,jakatra,bandung,Surabaya,ujung kandang,medan,dan bali
2. Ekspor,meliputi,malysia,jepang,simgapura,philipina,inggris,prancis,itali,jerman,irak,iran,turkik,amerika
serikat,dan mexico.
d.
Kelebihan
& Kekurangan
-
Kelebihan : aman
di pakai
-
Kelemahan :
keamanan, waktu.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kegiatan pengenalan lingkungan kerja (PLK) ini merupakan
kegiatan yang sangat bermanfaat bagi siswa dan siswi, dan dapat mengenal
lebih jauh bagaimana cara bekerja dilapangan sesuai keahlian masing-masing
siswa. Sehingga siswa dapat melihat gambaran mengenai kagiatan bidang usaha
dimasa yang akan datang, serta siswa-siswi mengetahui standar kompetensi yang
akan dijadikan peluang kerja dan kesempatan kerja. Dalam dunia usaha dibutuhkan
kedisiplinan yang cukup baik, instansi-instansi biasanya memerlukan karyawan
yang disiplin, terampil, rajin dan cerdas.
B.
Saran
Semoga para siswa dan siswi mendapatkan banyak
pelajaran dan memiliki motivasi untuk tujuan dimasa depannya dan para guru
pembimbing dapat memberikan arahan juga perhatian untuk para siswa dan siswi.